Keraton Kanoman menjadi salah satu tujuan wisata para pengunjung di luar Cirebon. Pengunjung yang datang langsung disuguhi bangunan ikonik.

Pengunjung langsung disuguhi pemandangan komplek persegi empat dan pintu besar bernama Ksiti Hinggil.

Ksiti Hinggil artinya Tanah Tinggi berbeda dengan bangunan lain yang ada di Kanoman.
Ksiti Hinggil menjadi bangunan ikonik dari Keraton Kanoman Cirebon. Secara kasat mata, bangunan tersebut seakan tidak simetris.

Keunikan lain dari bangunan tersebut adalah ketika difoto dari sudut yang berbeda, Ksiti Hinggil tetap nampak indah dan megah. Dia mengatakan, Ksiti Hinggil memiliki makna filosifis yang sangat tinggi.

Ksiti Hingil merupakan bangunan yang berada di depan Keraton Kanoman yang dilengkapi dengan ornamen-ornamen keramik kuno bercorak Tiongkok di setiap dindingnya.

Bila memasuki komplek Ksiti Hinggil pengunjung akan menempuk lima titian dan terdapat tiga buah pintu masuk kedalam komplek Ksiti Hinggil.

Tiga pintu masuk tersebut mempunyai nama yang berbeda yaitu Pintu Syahadatein menghadap utara, pintu kiblat menghadap ke barat, dan pintu solawat pintu menghadap selatan.

Komplek Ksiti Hinggil juga mempunyai makna filosofi yang sangat tinggi.

filosofi tersebut apabila seseorang ingin mencapai derajat yang tinggi, maka kita harus membaca syahadat sebagai syarat muslim, menghadap kiblat dengan melakukan salat sebagai salah satu kewajiban seorang Muslim.


Dan, senantiasa bersholawat atas Nabi Muhammad Rasulullah SAW sebagai junjungan dan panutan umat Islam,” jelasnya.
Saat memasuki komplek Ksiti Hinggil, pengunjung akan menempuh 5 titian. Terdapat tiga buah pintu masuk ke dalam komplek Ksiti Hinggil.

Yakni Pintu Syahadatein menghadap ke utara, pintu Kiblat menghadap ke Barat dan Pintu Solawat menghadap ke Selatan. Dia menjelaskan, makna filosofinya apabila seseorang ingin mencapai derajat yang tinggi maka kita harus membaca syahadat sebagai syarat muslim.

Pintu kiblat memiliki makna salah satu kewajiban seorang muslim adalah melaksanakan ibadah sholat.

“Pintu solawat bermakna agar seorang muslim senantiasa mengucapkan kalimat sholawat Nabi Muhammad sebagai junjungan dan tauladan umat Islam

Didalam komplek Ksiti Hinggil, mempunyai dua bangunan yaitu Mande Manguntur dan Bangsal Sekaten, yang memiliki fungsi yang berbeda.

Mande Manguntur adalah tempat Sultan menyampaikan wejangan, berita, hukum, atau ajaran agama kepada masayarakat, serta berfungsi sebagai tempat pelinggihan Sultan ketika menghadiri berbagai macam upacara.
Tempat Mande Mangantur juga tempat penobatan dari calon raja menjadi raja.

Kemudian, Bangsal Sekaten yang berbentuk persegi panjang sebagai tempat pementasan Gamelan Sekaten peninggalan Sunan Kalijaga, biasa dilaksanakan setiap tanggal 8 sampai 12 bulan Mulud.

Di era Kaprabonan Caruban, Ksiti Hinggil adalah tempat penobatan raja, salah satunya penobatan Walangsungsang (Pangeran Cakrabuana) menjadi Sri Mangana.