Area terluar dari kompleks kerato kanoman merupakan area alun-alun keraon kanoman. alun-alun Kanoman dapat terlihat dari jalan besar di utaranya, di sebelah timurnya adalah tempat aktifitas jual beli masyarakat, di sebelah baratnya ada masjid agung Keraton Kanoman dan di sebelah selatannya adalah area Lemah Duwur yang salah satunya berisi bangunan Mande Manguntur (tempat sultan). Pada area alun alun Kanoman sebelah selatan menuju ke area Lemah Duwur terdapat dua buah bangunan yang mengapit jalan masuk menuju Mande Manguntur, bangunan tersebut adalah Pancaratna dan Pancaniti, selain itu juga terdapat dua buah Cungkup tempat menyimpan alu dan lesung yang berada di sebelah timur Pancanit. Pancaratna merupakan bangunan kayu yang tanpa dinding yaitu yang terletak merupakan bangunan kayu tanpa dinding yang terletak di sebelah barat jalan menuju Mande Manguntur di area Lemah Duwur. Pancaratna merupakan bangunan terbuka (tanpa tembok) hanya ada tiang-tiang yang menopang atap. Dan juga berfungsi sebagai tempat menghadap atau tempat para pembesar desa menemui Demang. Lalu Pancaniti adalah bangunan yang terletak di sebelah timur jalan menuju Mande Manguntur, strukturnya sama dengan bangunan Pancaratna yang merupakan bangunan terbuka (tanpa tembok), Pancaniti menghadap utara, berbentuk persegi panjang.
Ada juga yang disebut Cungkup alu dan Cungkup lesung yaitu merupakan bangunan yang terbuat dari kayu beratap genteng dan ditopanh oleh 4 tiang. Lalu ada juga Lemah duwur (tanah tinggi) tanah tinggi dikarenakan tanah pada area ini memang lebih tinggi dari halaman sekitarnya. Area Lemah duwur ini dipagar tinggi dengan bahan bata yang dilabur putih dan dihias dengan piringan keramik pada bagian gapuranya. Pada sisi utara, barat dan selatan pagar bata terdapat gapura untuk memasuki area Lemah duwur. Di dalam area ini terdapat 2 bangunan, yaitu Mande Manguntur (tempat sultan) dan Panggung disebelah timurnya. Lalu ada juga Mande Manguntur, bangunan ini menghadap ke alun alun Kanoman di sebelah utara, berbahan bata yang dilabur putih, berlantai keramik dan bertingkat dua. Mande Manguntur merupakan bangunan terbuka tanpa dinding, tiang-tiang luarnya melengkung ke atas menyerupai gerbang, di dalamnya terdapat tempat duduk sultan. atapnya berbentuk kerucut. Bangunan Mande Manguntur dihias dengan piringan keramik  yang ditempelkan pada tiang-tiang bangunannya. Ada juga Panggung bangunan ini menghadap ke Mande Manguntur,berlantai keramik dan merupakan bangunan terbuka tanpa dinding. Pada bangunan panggung hanya terdapat tiang-tiang yang menopang atap yang berbentuk limasan. Bangunan Panggung berfungsi sebagai tempat pertunjukan yang dipersembahkan untuk sultan.
Lalu selanjutnya Halaman tajug kanoman halaman ini terdapat dua buah bangunan yaitu Tajug Kanoman (mushala Kanoman) dan gedong Gajah Mungkur (tempat menyimpan lonceng besar), untuk memasuki halaman ini dari halaman Seblawong pengunjung harus terlebih dahulu memasuki halaman Jinem Kanoman dari sana terdapat pintu masuk menuju halaman Tajug Kanoman. Halaman Tajug Kanoman dipisahkan dengan halaman Seblawong dan halaman Jinem Kanoman dengan tembok bata yang dilabur putih. Tajug Kanoman merupakan bangunan tempat shalat yang ada di komplek keraton Kanoman selain masjid Agung Kanoman. Tajug Kanoman atau biasa disebut juga Langgar Kanoman merupakan bangunan sederhana, berlantai tegel (ubin), berdinding bata yang dilabur putih dan beratap genteng berbentuk limasan. Gedong Gajah Mungkur merupakan bangunan yang menghadap ke timur yang berfungsi sebagai tempat menyimpan lonceng besar, berlantai semen, berdinding bata yang dilabur putih dan beratap genteng.
Yang terakhir ada Halaman jinem kanoman yaitu merupakan halaman yang berada di sebelah timur, selatan dan barat dari halaman Tajug Kanoman. Pada halaman ini terdapat beberapa bangunan yaitu, Gedong Pusaka, Paseban Singabrata, Jinem dan Bale Semirang. Didalammnya ada Sanggar Kemuning merupakan sebuah bangunan yang berada di aebelah timur dari pintu masuk halaman Lawang Seblawong, bangunan ini berfungsi sebagai tempat menaruh peralatan gamelang dan kesenian. Gedong Pusaka merupakan bangunan yang menghadap ke arah barat, berbentuk persegi panjang dan berfungsi sebagai tempat menyimpan pusaka kesultanan kanoman diantaranya adalah kereta Paksinagaliman dan kereta Jempana.