Cirebon dikenal sebagai salah satu pusat penyebaran Islam di Jawa Barat. Dalam menyambut Maulid Nabi, Cirebon mempunyai acara yang khusus dan sakral bernama Muludan. Puncak perayaan yang diagungkan oleh masyarakat Cirebon tersebut adalah Panjang Jimat.
Berkunjung ke Cirebon, Anda akan dapat menikmati suguhan alam, kuliner, dan peninggalan-peninggalan dalam penyebaran agama Islam ratusan tahun lalu. Cirebon sangat terkenal dengan 3 hal tersebut. Apalagi dalam menyambut Maulid Nabi pada tanggal 5 Februari besok. Panjang Jimat adalah salah satu acara yang terbesar di Cirebon dalam merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang disebut Muludan.
Prosesi Muludan di Cirebon diawali dengan perhelatan pasar malam yang meriah di alun-alun Kraton Kasepuhan, yang bersisian dengan Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Perayaan ini tidak hanya dihadiri oleh masyarakat Cirebon, tapi juga dari Bandung, Banten dan Jakarta.
Panjang Jimat yang menjadi puncak acara, adalah tradisi yang sudah berlangsung selama ratusan tahun dan masih dipertahankan sampai sekarang. Acara Panjang Jimat dilakukan di tiga keraton, yaitu Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, dan Keraton Kacirebonan, serta di makam Sunan Gunung jati. Sebelum perayaan berlangsung, berhari-hari sebelumnya pihak dari keraton sudah sibuk membersihkan dan menyiapkan beberapa sajian.
Acara Panjang Jimat adalah perayaaan yang besar dan sakral. Panjang Jimat mengajak setiap umat Islam untuk terus mengingat dan mengerjakan ajaran-ajaran Nabi Muhammad SAW. Dalam acara ini, Anda akan melihat iring-iringan dari benda-benda pusaka di dalam tiap Keraton yang menjadi simbol dan peninggalan-peninggalan saat masa penyebaran agama Islam di Cirebon. Panjang Jimat mengandung unsur adat, budaya dan kandungan-kandungan dari agama Islam.
Panjang Jimat memiliki arti, yaitu panjang atau waktu yang lama dan jimat yaitu 'siji di rumat' yang mempunyai arti dua kalimat syahadat yang secara terus-menurus dipelihara dan diamalkan. Dalam acara Panjang Jimat, juga diadakan bacaan-bacaan shalawat yang memuji dan mendoakan Nabi Muhammad SAW. Serta ada ceramah tentang kisah-kisah Nabi Muhammad SAW yang patut dicontoh dan diteladani.
Acara ini berlangsung sangat khidmat, serta juga dihadiri oleh keluarga dari sultan, abdi dalem dan ribuan masyarakat Cirebon. Masyarakat yang menyaksikan Panjang Jimat, rela berdiri dan berjalan berjam-jam demi ikut dalam perayaan Maulid Nabi.
Dengan mengikuti acara Panjang Jimat, Anda akan banyak mendapatkan alkuturasi budaya dan ajaran-ajaran berharga tentang Nabi Muhammad SAW.
Upacara Panjang Jimat merupakan serangkaian acara tradisi muludan yang berlangsung di keraton kasepuhan, keraton kanoman dan keraton kacirebonan. Bagi warga Cirebon dan sekitarnya, acara tradisi muludan tersebut sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan mereka sejak kecil, meskipun lambat laun kultur keraton semakin pudar ditelan kemajuan zaman. Puncak acara Panjang Jimat dilaksanakan pada hari sabtu, 03 januari malam 2015, secara serentak oleh keraton-keraton dan dipimpin oleh sultan masing-masing serta dihadiri oleh para tamu undangan juga pejabat penting (wali kota).
Prosesi Tradisi Panjang Jimat berlangsung dari Pendopo Jinem Keraton Kanoman menuju Masjid Keraton Kanoman, dengan iring-iringan keluarga dan abdi dalem dengan membawa benda pusaka, lilin besar, obor, tombak, hingga nasi jimat.
Dalam kesempatan tersebut, Sultan Kanomam Cirebon, Raja Muhammad Emirudin melepas iring-iringan Panjang Jimat yang dipimpin oleh Pangeran Patih Qodiran sebagi wakil dari Sultan Kanoman.
Juru Bicara Kesultanan Kanoman Cirebon, Ratu Raja Arimbi Nurtina berharap dalam Peringatan Maulid Nabi ini bisa mendapatkan safa’at dan barokahnya, sehingga kita bisa menauladani sifat-sifat kebaikan Rasulallah dan bisa menghindari apa yang memang dilarang oleh agama.
0 Comments